UKBM Tingkatkan Percaya Diri dan Hasil Belajar Siswa

UKBM Tingkatkan Percaya Diri dan Hasil Belajar Siswa
Penulis
UKBM Tingkatkan Percaya Diri dan Hasil Belajar Siswa

UKBM Tingkatkan Percaya Diri dan Hasil Belajar Siswa

Oleh:

Slamet Widodo, S.Pd., M.Pd.

Guru Fisika SMA Negeri 1 Wonogiri

 

Kebanyakan siswa SMA di Indonesia memiliki rasa percaya diri yang masih rendah. Tidak terkecuali siswa SMA Negeri 1 Wonogiri pada semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019. Bukti rendahnya rasa percaya diri masih ada siswa yang mudah putus asa, canggung dalam bertindak, tidak berani presentasi di depan kelas, dan takut berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan. Hasil ulangan pada materi relativitas khusus menunjukkan masih jauh dari harapan, yaitu masih adanya siswa yang tidak tuntas.

Hasil belajar yang masih rendah diduga disebabkan beberapa faktor antara lain kurangnya kemampuan guru dalam memilih metode pembelajaran yang tepat serta kurang melibatkan siswa dan guru dalam KBM yang belum optimal. Guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, tidak menggunakan metode yang kreatif dan inovatif, tidak mengaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal siswa dan tidak ada kegiatan yang menantang sehingga dapat memotivasi siswa untuk tertarik mempelajari Fisika dan meningkatkan sikap percaya diri siswa sehingga hasil belajarnya juga meningkat.

Sikap percaya diri perlu ditingkatkan karena merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan siswa. Percaya diri tidak hanya berpengaruh pada pencapaian prestasi, sikap percaya diri juga berperan besar terhadap kemampuan anak melihat dirinya sendiri. Guru memiliki peranan penting dalam menumbuhkan sikap percaya diri pada siswa. Salah satunya adalah dengan percaya pada proses belajar dan kemampuan siswa. Pengalaman sukses siswa akan meningkatkan kepercayaan dirinya. Bila siswa menemukan rasa percaya diri maka anak dapat menilai kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, siap menghadapi tantangan, siswa mampu memaksimalkan kemampuan dirinya untuk menghadapi tantangan. Misalnya, siswa akan berani mengeluarkan pendapat dengan baik.

Salah satu cara untuk mewujudkan adalah menggunakan metode diskusi kelompok. Kegiatan diskusi kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu individu. Kegiatan diskusi kelompok dapat menjadi alternatif dalam membantu memecahkan permasalahan seorang individu. Menurut Moh. Surya (1975:107) mendefinisikan diskusi kelompok merupakan suatu proses bimbingan dimana siswa-siswa akan mendapatkan suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan masalah bersama.

Permasalahan yang timbul agar sikap percaya diri dan hasil belajar siswa meningkat maka perlu adanya tindakan yang harus dilakukan oleh guru yaitu berupa pembelajaran dengan metode diskusi kelompok dengan UKBM salah satunya.

UKBM merupakan satuan pelajaran yang kecil yang disusun secara berurutan dari yang mudah sampai ke yang sukar. UKBM sebagai perangkat belajar bagi peserta didik untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan pada pembelajaran dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) sekaligus sebagai wahana peserta didik untuk menumbuhkan kecakapan hidup Abad 21 seperti berpikir kritis, bertindak kreatif, bekerjasama, dan berkomunikasi, serta tumbuhnya budaya literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Melalui UKBM kita juga dapat mengembangkan strategi pembelajaran mandiri yang membantu peserta didik mencapai ketuntasan belajar.

Pijakan utama pengembangan UKBM adalah Pedoman Penyelenggaraan SKS dan Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Tuntas yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud Tahun 2017. Di dalam pedoman dan panduan tersebut disebutkan bahwa setiap peserta didik harus mencapai ketuntasan secara individual terhadap keseluruhan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran dalam pelaksanaan layanan utuh pembelajaran melalui UKBM.

Pada akhirnya penulis berhasil melakukan penelitian tindakan kelas melalui penerapan metode diskusi kelompok berbantuan UKBM dapat meningkatkan percaya diri dan hasil belajar fisika. Untuk selanjutnya penulis perlu melakukan penelitian lain yang nantinya akan bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Wonogiri pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya.