Supervisi Klinis

Superklin

Supervisi Klinis

Judul : Supervisi Klinis
Anggapan secara psikologis yang telah melekat dalam diri guru bahwa mengangap supervisi hanyalah kegiatan yang semata-mata mencar-cari kesalahan. Hal ini desebabkan karena kurangnya daya inovasi dan lemahnya motivasi. Guru sering menghadapi kendala yang menghambat profesinya yang menyebabkan kurang obtimal pelaksanaan proses belajar mengajar. Terhadap kendala dan hambatan yang muncul ini, ada guru yang mampu mengatasinya dengan baik, tetapi ada pula yang tidak mampu mengatasi dengan mulus.
Para guru perlu dibentuk watak (charakter building) yaitu kesadaran para guru akan tugasnya sebagai guru profesional. Mereka bukan hanya berperan untuk mengalihkan pengetahuan (trasfer of knowledge), tetapi juga sebagai pembawa perubahan (agen of change). Peran kepala sekolah sebagai supervisor sangat dibutukan untuk memberikan bantuan, pembinaan dan umpan balik, dan tidak dibiarkan sendirian guru mengatasi masalah-masalah yang ditemui dalam proses belajar mengajar. Penulis memandang supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif yang dilaksanakan secara sistematis yang meliputi 3 tahap yaitu pertemuan awal, observasi, dan pertemuan akhir. Oleh karena itu supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif sangat tepat dijadikan solusi untuk meningkatkan motivasi dan kompetensi profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
Buku ini  merupakan laporan hasil penelitian tindakan sekolah (PTS), diharapkan aplikasi dalam pelaksanaan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif proses pendidikan di sekolah lebih berkualitas, terutama supervisi pendidikan dilakukan atas dasar kerjasama, partisipasi dan kolaborasi, bukan berdasarkan paksaan dan kepatuhan, pada akhirnya dapat menimbulkan kesadaran, inisiatif dan kreatif personel sekolah. Buku ini layak dibaca guru, kepala sekolah dan pengawas pendidikankan