Saat Kakak Usil

Saat Kakak Usil

Saat Kakak Usil

Memiliki anak lebih dari satu, dengan jarak kelahiran yang tidak terlalu lama, adalah suatu anugerah yang tidak ternilai harganya. Bukankah diluar sana banyak pasangan yang sangat menanti-nantikan akan hadirnya suara tangis bayi dirumah? Sebagai orang tua yang masih ‘baru’ dan masih ‘belajar’ tentunya hal ini sangat membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk mendidik, menyertai perkembangan anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang.

Tentunya, dari anak-anak balita kita tersebut, mempunyai sikap, sifat, kepribadian, dan kebiasaan yang berbeda. Ditambah lagi, anak yang lebih besar, kakak, tentunya memiliki kecemburuan tersendiri atas hadirnya adik dirumahnya. Adik yang menurutnya “merebut” ayah dan ibu darinya. Tak sedikit, kakak menunjukkan kecemburuannya dengan berlaku dan bertingkah diluar kebiasaanya.

Tak jarang, orang-orang disekitar memberikan cap ‘anak usil’ atau ‘anak nakal’ untuk kakak. Karena anak yang lebih besar marah, atau usil terhadap adiknya. Bagaimana kita sebagai orang tua menyikapi secara bijaksana saat anak kita berlaku usil atau nakal, tanpa harus menyakiti atau melukai hatinya? Karena pada dasarnya kakak butuh perhatian dan kasih sayang untuk tetap menunjukkan eksistensinya sebagai anak yang mendapatkan hak dan kasih sayang yang sama dengan adiknya.

Usil adalah salah satu ‘protes’ anak terhadap orangtua. Hilangkan cap ‘usil’ atau ‘nakal’ yang biasa diberikan kepadanya, dengan menjadi penengah. Salah satu caranya adalah dengan lebih mendekatkan diri secara lembut dengannya tanpa menyakitinya secara fisik, seperti cubitan atau pukulan. Sebagai gantinya, berikan pelukan saat kakak melakukan keusilannya. Dissna, kita bisa memberikan pengertian secara perlahan, bahwa yang telah dilakukan tersebut, tidak seharusnya dilakukan. Berikan kata-kata yang membuatnya bangkit, seperti “anak pintar, harusnya tidak begitu, itu tidak boleh diulangi lagi lain kali, ya.”

Kita harus belajar adil, memperhatikan anak-anak, terutama kakak, agar tidak merasa iri dengan kehadiran adiknya. Karena kakak membutuhkan teman untuk melakukan aktivitasnya. Dengan menemani anak yang besar bermain saat adik tidur, adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan. Mencoba melakukan hal baru bersama kakak, sekadar keluar bersama untuk membeli es krim kesukaannya bisa kita lakukan untuk mendekatkan bond antara orang tua dan anak.

Anak adalah peniru yang handal. Berikan contoh simple yang bisa ditirunya. Salah satunya, dengan mengajaknya menyuapi adiknya bersama-sama dengannya. Berikan pengertian, dengan makan buah bersama adiknya, itu berarti kakak telah menjadi kakak yang baik dengan berbagi.

Yang terpenting dilakukan orang tua balita disini adalah belajar bersama kakak, coba untuk mengerti keberadaanya dan belajar untuk memberikan contoh dalam perilaku dan ucapan.