Prinsip AJIIB Dibalik Rahasia Kesuksesan Pelajar Milenial

Prinsip AJIIB Dibalik Rahasia Kesuksesan Pelajar Milenial

Setiap manusia diciptakan di dunia dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan kelebihan yang diberikan, diharapkan manusia bisa memanfaatkan dengan optimal sehingga dapat meraih sesuatu yang diinginkan. Dengan kekurangan yang ada pada diri seseorang, diharapkan manusia mau untuk berbenah dan terus belajar guna menutupi kekurangannya tersebut. Nah, dengan kelebihan dan kekurangan pada diri manusia, maka seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang saling bertolakbelakang, baik atau buruk, kaya atau miskin, bersih atau kotor, hingga sukses atau gagal.

Kesuksesan atau kegagalan dapat menghinggapi pada setiap orang. Kesuksesan merupakan hak bagi setiap orang yang mau berusaha dan terus berusaha tanpa mengenal kata “menyerah” dalam setiap kegagalan. Sedangkan kegagalan adalah konsekuensi yang harus diterima oleh setiap orang atas segala segala usahanya yang belum berhasil, atau oleh setiap orang yang tidak mau berusaha, mudah menyerah, dan cepat putus asa.

Bagi seorang pelajar memang harus selalu menanamkan pola pikir jauh melangkah di masa depan. Menjadi pelajar sukses di era milenial bukanlah suatu hal yang mustahil dan untuk menggapainya harus memiliki prinsip dan pendirian terguh sebagai jalan atau perantaranya. Disini kita mencoba sedikit mengupas prinsip AJIIB yang sudah saya dapatkan ketika mengabdi di salah satu komunitas malang raya. Prinsip ini sudah banyak orang menerapkan dalam kehidupannya dan bisa menjadi perantara dalam meraih kesuksesan terutama bagi pelajar milenial. Oke mari kita kupas sedikit demi sedikit.

Amanah, menjadi prinsip yang pertama dan paling utama. Sebagai seorang pelajar, kebahagiaan kita merupakan kebahagiaan orang tua juga. Kita mesti menjalankan amanah orang tua dengan sungguh-sungguh. Belajar dengan disiplin dan ibadah dengan baik. Jadi, teguhkan hati jalankan amanah, jangan terbesit keinginan untuk mendapatkan apapun dengan cara batil dan berkhianat. Jika ini berhasil dilakukan, Inshaa Allah sukses dan keberuntungan akan benar-benar semakin dekat dengan kenyataan.

Jujur, bagi seorang pelajar untuk mencapai sesuatu dengan sukses dalam segala hal dan bidang apapun, selain kerja keras, usaha, dan talenta, ada satu lagi yang paling penting demi sebuah keberhasilan yaitu kejujuran. Sifat ini memang sederhana namun akan sukses bila selalu mengamalkannya. Sifat jujur akan membuat pribadi lebih terbuka, percaya diri dan apa adanya. Selain itu, ia juga akan menjadi pribadi yang bijaksana dan cerdas dalam menentukan suatu tindakan. Jadi miliki sifat jujur sebagai pondasi awal menuju kesuksesan.

Ikhlas, akan membuat segalanya lebih mudah untuk dijalani, termasuk belajar untuk mendapatkan ilmu. Maka tanamkan keyakinan bahwa dengan ikhlas, ilmu akan lebih mudah diraih. Terlebih dari itu dalam maksud lain seorang pelajar harus meiliki niat yang ikhlas dalam menuntut ilmu. Ketika seseorang pelajar memiliki niat yang ikhlas dalam menuntut ilmu, maka ia akan mengerti bahwa ilmu yang ia cari bukanlah tujuan akhir, namun dengan ilmu itu akan menjadi bekal dalam meniti kehidupan baik di dunia maupun di akhirat kelaak.

Istiqomah, merupakan sikap teguh pendirian, dan konsekuen dalam tindakan. Istiqomah adalah sikap hati yang tidak mudah patah, tidak mudah diguncang badai dan istiqomah adalah sikap memegang teguh kebenaran. Seseorang yang istiqomah pastilah tidak akan goyah walaupun diterjang gelombang besar. Seperti halnya Rasulullah SAW berjuang menyebarkan risalah kebenaran di tengah-tengah kerasnya hati kaumnya. Namun dengan ketabahan dan penuh istiqomah, beliau mampu melaluinya. Maka bagi kita para pelajar, tidak perlu mengeluh apalagi meratapi kesulitan kita untuk mencapai apa yang kita harapkan dalam masa perjuangan menggapai cita dan asa.

Beramal, bukan hanya menyisipkan sebagian harta. Namun bagi seorang pelajar yang sudah mendapatkan ilmu di bangku sekolah. Alangkah baiknya secara perlahan bisa mengamalkan ilmu yang di dapatkannya. Dengan harapan ilmu itu bisa lebih bermanfaat bukan hanya pribadi namun bagi orang-orang disekitar. Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan bergeser dua telapak kaki hamba di hari kiamat sampai ia ditanya,(salah satunya) tentang ilmunya, apa yang sudah dia amalkan?” (HR. Tirmidzi). Sudah sangat jelas perintah dalam hadits tersebut. Maka mari coba buka sedikit pendangan kita bahwa ilmu yang kita dapat saat ini bisa bermanfaat bagi orang di sekitar. Sehingga kesesuksesan kita bisa dinikmati oleh semua orang. Memang ini sederhana namun akan sangat indah bila diamalkannya, terlebih bagi seorang pelajar.

Okee, menarik bukan prinsip AJIIB dari ulasan diatas. Mari kita coba amalkan pelan-pelan sebagai jembatan atau langkah awal guna meraih kesuksesan terutama bagi seorang pelajar milenial. Salam AJIIB! .