POHON ADALAH INSPIRASI MENULISKU

POHON ADALAH INSPIRASI MENULISKU

 

 

            Bila kuingat-ingat, berbicara kepada pohon sewaktu masih kecil, bukanlah perilaku buruk dan bukan pula kenangan masa kecil yang akan kusesali. Justru aku sangat bersyukur dengan masa kecil yang penuh dengan imajinasi, menganggap pohon-pohon adalah sahabat yang bisa kuajak berbicara dan berinteraksi.

            Hingga sekarang, di usiaku yang kedua puluh tahun, aku masih menyukai pohon-pohon. Aku mengagumi mereka seperti aku mengagumi pujaan hati. Sering kali aku terpikat dengan keindahan mereka, baik dedaunan, bunga, atau batangnya yang unik.

            Pohon-pohon adalah ibu kehidupan yang telah membuatku nyaman untuk menjadikan mereka sebagai inspirasi dalam menulis. Sungguh, aku bersyukur kepada Tuhan yang memberiku kesempatan untuk menjadi anak yang suka berbicara dengan pohon, waktu kecil dulu. Karena pohon kujadikan tokoh utama dalam cerita pendek pertamaku yang kutulis di kelas sepuluh SMA, aku mendapatkan sertifikat dan piala karena ceritaku berhasil menjadi karya terbaik dalam lomba menulis tingkat kota. Karena aku bercerita dengan sudut pandang pohon yang menderita, cerita pendekku yang kuikutkan lomba menulis cerpen nasional berhasil mendapat juara tiga. Karena pohon kujadikan tokoh yang bisa berbicara dalam cerita pendek yang kuikutkan lomba menulis cerpen geospasial, aku bisa bepergian ke Jakarta untuk pertama kalinya dengan kereta api dan aku memiliki kesempatan bertemu Bapak Priyadi Kardono di kantor Badan Informasi Geospasial di Cibinong, Bogor.