Pembelajaran Open Ended Tingkatkan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa

Pembelajaran Open Ended Tingkatkan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa
Penulis
Pembelajaran Open Ended Tingkatkan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa

Pembelajaran Open Ended Tingkatkan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa

Oleh:

Slamet Widodo, S.Pd., M.Pd.

Guru Fisika SMA Negeri 1 Wonogiri

 

Fisika merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa SMA di Indonesia termasuk di SMA Negeri 1 Wonogiri.  Dilihat dari pekerjaan siswa saat menyelesaikan soal, hampir tidak ada siswa yang menunjukkan bahwa mereka berpikir kritis dalam menyelesaikan soal tersebut. Selain itu respon siswa terhadap proses pembelajaran pun kurang baik karena kebanyakan siswa cenderung tidak berperan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil Ulangan menunjukkan masih jauh dari harapan, yaitu sebagian besar siswa belum tuntas belajar. Rendahnya hasil ulangan merupakan salah satu indikasi bahwa penguasaan konsep Fisika oleh siswa masih rendah.

Pembelajaran Fisika perlu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengakomodasi berbagai ragam karakteristik siswa. Salah satu cara yang dapat mewujudkan hal itu adalah menggunakan soal terbuka dalam pembelajaran. Karakteristik soal terbuka memungkinkan siswa untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang siswa pilih. Siswa akan berkembang potensinya jika ia menyelesaikan soal terbuka yang mempunyai beragam strategi penyelesaian atau beragam solusi. Menyelesaikan soal terbuka yang mempunyai solusi tak tunggal dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Hal ini terjadi apabila strategi penyelesaian yang dikemukakan siswa diperhatikan dan dihargai. Meskipun siswa pada mulanya menolak atau menghindari soal terbuka, mereka dapat menjadi lebih nyaman melalui praktik berkelanjutan. Penggunaan soal terbuka perlu dibudayakan dalam pembelajaran fisika.

Pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended diawali dengan memberikan masalah terbuka kepada siswa. Kegiatan pembelajaran harus mengarah dan membawa siswa dalam menjawab masalah dengan banyak cara serta mungkin juga dengan banyak jawaban yang benar, sehingga merangsang kemampuan intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru.

Pendekatan Open-Ended memberikan kesempatan siswa untuk meginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai dengan kemampuan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya agar kemampuan berpikir siswa dapat berkembang secara maksimal dan kegiatan-kegiatan kreatif dari setiap siswa terkomunikasi melalui proses pembelajaran. Pokok pikiran pembelajaran Open-Ended yaitu pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif antara pembelajaran fisika dan siswa sehingga mengundang siswa untuk menjawab permasalahan melalui berbagai strategi.

Dalam pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended, siswa diharapkan bukan hanya mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada proses pencarian suatu jawaban. Tujuan dari pembelajaran Open-Ended problem  menurut Nohda (Suherman, dkk, 2003; 124)  ialah membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir siswa melalui problem posing secara simultan. Kegiatan kreatif dan pola pikir siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap siswa.

Pendekatan Open-Ended bertujuan mengangkat kegiatan kreatif siswa dan berpikir fisika secara simultan. Hal yang perlu diperhatikan adalah kebebasan siswa untuk berpikir dalam membuat progres pemecahan sesuai dengan kemampuan, sikap dan minatnya sehingga pada akhirnya akan membentuk intelegensi fisika siswa.

Dengan demikian secara teoritik di atas dan empirik hasil Penetian Tindakan Kelas penulis, melalui penerapan pendekatan pembelajaran Open Ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Fisika pada siswa SMA Negeri 1 Wonogiri.