Menjadi Manusia Seutuhnya

Menjadi Manusia Seutuhnya

Guru merupakan pekerjaan yang banyak diminati, namun tidak semua orang mengerti tugas seorang guru serta kendala yang dihadapi oleh seorang guru. Guru bukan hanya mengajar namun juga mendidik agar anak didiknya menjadi manusia yang dapat berkembang secara sepenuhnya, baik dari segi afektif, kognitif serta psikomotorik. Banyak yang menganggap bahwa guru hanya sebatas kegiatan mengajarkan materi kepada anak didiknya. Padahal banyak dijumpai sejumlah masalah setelah guru mengajarkan materi namun tidak jarang banyak siswa yang belum tuntas mengikuti pelajaran. Buktinya banyak guru yang harus melakukan remidiasi agar semua anak didiknya tuntas dalam materi yang dijarkannya.

Selain kendala dalam aspek kognitif juga banyak ditemui kendala dalam segi afektif, karena banyak yang kurang memahami pentingnya kemampuan afektik yang harus sejalan seiring dengan kognitif peserta didiknya. Tidak jarang ditemui permasalahan dimana anak yang pandai namun aspek sikap atau karakternya kurang kuat sehingga berdampak pada perkembangan maupun pergaulannya. Mereka cenderung tidak peduli dengan kesulitan yang dihadapi orang lain dan acuh terhadap segala yang terjadi di sekitarnya. Mereka cenderung lebih senang menyendiri serta tenggelam dangan apa yang menjadi kesukaannya. Di sinilah pentinggnya penanaman karakter agar peserta didik dapat berkembang baik dalam segi kognitif serta afektifnya. Sehingga selain tumbuh menjadi insan yang cerdas namun juga memiliki perilaku (attitude) yang baik.

Untuk menjadi manusia yang seutuhnya selain dari segi kognitif dan afektif adalah segi psikomotor. Keterampilan merupakan hal yang sangat dibutuhkan selain kecerdasan dan sikap yang baik. Pentingnya peran guru untuk mendidik peserta didiknya menjadi manusia yang terampil sehingga mampu bersaing dan bertahan dalam perkembangan dunia dalam revolusi 4.0. Saat ini pemerintah terus menggaungkan pembelajaran HOTS (High Order Thingking Skill) karena ingin membekali peserta didiknya dengan  keterampilan abad 21 pada beserta didiknya. Keterampilan yang harus ditanamkan sedini mungkin kepada peserta didiknya untuk berpikir kritis, kreatif, dapat bekerjasama dengan orang lain serta kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain, karena selain banyak ditemui siswa cerdas namun karakternya tidak kuat juga banyak siswa yang cerdas namun kesulitan untuk mengkomunikasikan  atau mencurahkan gagasannya kepada orang lain. Disinilah pentingnya perkembangan manusia seutuhnya, yaitu menjadi manusia yang berkembang baik dalam kognitif, afektif dan psikomotoriknya.