Guru Sabarku ' ku Aden namanya..

Anak autis mempunyai Ruqsyah untuk beribadah, tapi ayat "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".( Qs. Adz Dzaariyaat ayat 56 ) menjadikan ku berpikir bahwa, anak ku Aden yang Autis tetap harus menyembah dan beribadah

Guru Sabarku ' ku Aden namanya..
Mas Aden ku selalu berusaha memeahami Kehendak Allah melalui AL Quran yang selalu dibaca nya setiap habis sholat

Innallaha Ma'ashobirin, Allah beserta orang yang sabar.

Aku baru pahami sekarang ini, betapa Allah sangat sayang sama aku, betapa Allah sangat ingin selalu bersama ku, di mihrab kesabaran yang dipilihkan nya untukku  melalui Muhammad Aden Hadi, anak pertama ku .

Saat usia 20 bulan, dr. Sasanti memberitahu ku bahwa mutiara pertamaku menderita penyakit Autis yang sangat  membutuhkan perhatian yang agak lebih dibandingkan anak anak yang lain.Menyita perhatian khusus yang hanya bisa dilakukan dengan kesabaran dan ketelatenan. 

Sebagai pasangan muda yang belum punya pengalaman apapun, berita itu membuat kami terpuruk, sedih, malu dan apapun rasa itu. Rasanya Dunia gelap, aku sempat bertanya atau lebih tepatnya protes kepada Allah , kenapa ini terjadi pada anak ku.

Hampir setiap akhir malam kami tumpahkan airmata ini di sajadah panjang , untaian doa dan selaksa kata untuk  mohon ampunan  aku panjatkan dengan khusyu,” Ya Allah , pahamkan aku untuk skenario-Mu ini, ampuni semua khilaf dan dosa ku , bimbing aku dan beri ilham kepadaku agar aku bisa mendampingi karuniamu ini dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan-Mu. Amin Ya Rabbal Alamin.

Akhirnya, dengan kesadaran ku sendiri, aku keluar kerja dr guru di sekolah Mahatma Gandhi sekolah TOP international ditahun 98 an.Latar belakangku sebagai lulusan psikologi , sangat membantu untuk mendampingi nya. Waktuku 24 jam nyaris hanya untuk Aden dan Allah saja, yang lain sedikit terabaikan. Tapi ternyata Allah nggak berkenan dengan pilihan ku , aku Hamil ( masya Allah ) padahal aku sudah memakai kontrasepsi, dan lahirlah Balqis sebagai adik nya Aden .

Benar benar tahun kelabu bagi kami, Untungnya aku diberi karunia suami yang sangat mampu memotivasi dan menguatkan ku. Dan dengan cinta, kami hadapi semua ini dengan kesabaran dan penuh sujud syukur.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.( Qs. Adz Dzaariyaat ayat 56 )

Tersentak aku membaca ayat ini, Allah menciptakan manusia hanya untuk menyembah-Nya. Lalu bagaimana dengan mas Adenku. Jangankan menyembah , untuk bisa mengucapkan satu kata saja dia baru mampu diusia satu tahun

Sebenarnya sebagai anak yang ‘sangat beruntung’ ( hatiku selalu nggak nyaman dengan istilah Anak Berkebutuhan Khusus, entahlah…, aku selalu menanamkan mindset anak yang sangat beruntung, bagi aku , keluargaku dan mas aden sendiri, mohon maaf ) , mas Aden boleh mendapatkan rugsyah (keringanan) untuk tidak sholat, pun berarti ortunya juga mendapat rugsyah  untuk tidak mengajarkan sholat.

Tapi entah kenapa hati ini selalu ingin mengajak mas aden sholat bersama, rasanya ndak enak, ndak nyaman kalau aku  shalat sendiri tanpa mengajak anak-anak..( lupa cerita, mas Aden punya adik empat, yang semuanya aku didik dengan kepahaman dan ketaatan kepada Allah SWT ).

“Gak jangkep yen gak dijak kabeh” begitu lah ya perasaan seorang ibu ini. Apalagi sekarang kalau shalat Idul Fitri dan Idul Adha di lapangan, wooow.. bahagia ku bisa bareng sholat  full team, Aku, suami ku, dan lima anak yang selalu menjadi penyejuk hati ku.

Sujud syukurku selalu aku panjatkan kepada Sang Maha Pemilik kesabaran, agar aku bisa menjadikan mas Aden dan smua anak anakku menjadi manusia yang taqwa dan berbuat baik.

Amin Ya Rabbal Alamin.