Dinosaurus

Cermin (Cerpen Mini)

Dinosaurus

          Alif berhasil menghafal beberapa surat pendek Al-Quran. Sebagai reward Bunda membelikannya buku ensiklopedia dinosaurus. Alif sangat senang dan antusias setiap dibacakan  cerita dinosaurus. Bunda membuka halaman demi halaman buku. Sesekali Alif menebak nama dinosaurus yang terpampang di buku. Saat tiba gambar dinosaurus bertaring dan bercakar runcing sontak Alif berujar ”T-rex haummmmm!” Ia mengaung layaknya dinosaurus.

            “Bun, Alif loh gak suka sama T-rex dia jahat!” Ujar Alif sebal.

            “Wah jahat kenapa?” Bunda penasaran.

            “T-rex itu suka makan hewan lain, kan kasian.”

            “Emm jadi T-rex jahat karena suka makan hewan lain ya?” Tanya Bunda.

            “Iya Bun,” Alif mengangguk.

            “Oh ya masih ingat gak, habis ngaji tadi Alif makan apa?” Bunda tersenyum simpul.

            “Ayam goreng Bun.”

            “Lah itu Alif makan hewan juga. Berarti Alif jahat juga dong?”

            “Enggaklah Bun. Alif kan anak baik.”

            “Tadi Alif bilang T-rex jahat karena makan hewan lain, terus tadi Alif juga makan hewan.”

            “Iiih gak gitu Bun!” Alif bingung sendiri.

            “Gini Nak, Allah menciptakan makhluknya dengan beragam sifat. Kucing suka makan ikan, sapi makan rumput, Alif doyan semua makanan, termasuk T-rex yang suka makan hewan.

            Alif mendengarkan dengan seksama.

            “Jadi perbedaan itu wajar yang penting jangan saling membenci, berantem,  apalagi musuhan. Contohnya Alif suka main kelerang tapi Nisa suka main boneka. Iya gak?”

            “Iya Bun berarti T-rex sebenarnya gak jahat ya?” Alif meyakinkan.

            “Pinter betul, hanya saja sifat alamiah T-rex seperti itu. Intinya kita harus bisa menghargai sesama. Oke?” Bunda mengangkat tangan mengajak tos.

            “Siap Bun!” Alif spontan membalas dengan tos.

 

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Hujurat 13)

            *Bukankah perbedaan adalah rahmat?*