Baju Baru

CERMIN (Cerpen Mini)

Baju Baru

 

     Bunda angkat tangan menghadapi rengekan anak semata wayangnya. Berhubung esok hari ulang tahun Alif alhasil Bunda mengalah. Mobil siap meluncur, mata Alif mendadak berbinar-binar. Harapan bocah 6 tahun untuk membeli baju gambar transformer seperti anak tetangga tinggal selangkah. Transformer tokoh favoritnya yang eksis di TV kala weekend.

     Lampu merah lalu lintas menghadang. Bunda Alif yang duduk di kursi sopir mengarahkan jari telunjuknya ke luar jendela.
     “Nak, coba lihat!” Seru Bunda.
     “Kenapa Bun?” Jawab Alif spontan.  
     “Kalau Alif kerja jadi pengemen kayak anak itu mau gak?” Tanya bunda.
     “Ya gak mau dong Bun, nanti kan Alif gak bisa main sama teman-teman,” Alif geleng-geleng.
    “Nah makannya Alif harus bersyukur. Belajar yang giat biar jadi orang hebat dan kelak bisa membantu sesama,” papar bunda sambil membelai lembut kepala Alif yang duduk di sampingnya.

    Usai dari toko baju. Mobil yang dikendarai bunda dan Alif melaju kembali ke rumah. Ketika mendekati lampu lalu lintas nampak wajah Alif resah. Tiba-tiba ia memegang bahu bunda.
     “Bun Bun berhenti sebentar!”
     “Ada apa Lif?” Bunda mengernyit dahi. 
     “Maaf Bun, Alif udah gak pingin baju baru ini. Bajunya buat anak pengamen itu saja ya!” Seru Alif polos.

 

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh 261)

*Sharing is caring, right?*