ANAKKU LELAKI

ANAKKU LELAKI
cintaku begitu besar

Saat aku ditanya, apakah pengalaman terbaik dalam hidupku, jawabanku pasti entah. Karena terus terang hidupku saat ini terasa datar. Jangan berburuk sangka bahwa hidupku tidak bahagia. Tapi aku lebih senang menyebutnya terlalu bahagia.

Baiklah, agar ada sesuatu yang bisa kutulis. Akan kutuliskan tentang kelahiran putra ketigaku.

Aku terlahir dari seorang ibu yang merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara. Aku sendiri adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara. Jadi bisa disimpulkan, gen keluargaku termasuk gen keluarga subur, banyak anak. Disisi lain, suamiku adalah anak ke 9 dari 9 bersaudara. Jadi, dalam asumsi semua orang, kami akan menjadi keluarga yang memiliki banyak keturunan.

Bulan desember tahun 2005, kami menikah. Status sebagai mahasiswa tingkat akhir, membuatku terpaksa menunda memiliki momongan. Karena orangtuaku khawatir, aku tidak bakal bisa menyelesaikan kuliah S-1. Apalagi, jurusan yang kuambil, termasuk jurusan yang relatif sulit disambi. Tapi diluar rencana, ternyata bukan itu yang menghambat aku bergelar sarjana. Karena ternyata justru, keisenganku ikut seleksi pegawai negeri, yang berhasil menyeretku keluar dari bangku perkuliahan.

Akhir 2007, lahirlah anak pertamaku. Seorang perempuan, bernama Denting. Nama yang cantik dan unik. Berharap dia juga menjadi cantik dan unik juga.

Terus terang, di awal kehamilanku, banyak orang yang berharap bahwa aku akan melahirkan seorang bayi laki-laki. Entah dengan alasan apa. Mungkin pemahaman Patriarki1 begitu mengakar dalam kehidupan manusia Indonesia.

 

1Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti