Pahlawan

CERMIN (Cerpen Mini)

Pahlawan
Sumber gambar: simomot.com

17 Agustus tanggal merah. Alif sangat senang kala Ayah libur kerja. Ia bisa main sepuasnya dengan Ayah tercinta. Baginya Bunda tidak seseru Ayah. Ayah kreatif, energik, dan menantang kala bermain.

“Yah, kenapa pasang bendera?” Tanya Alif.

“Iya, kan hari ini peringatan kemerdekaan Indonesia. Seperti memperingati hari ulang tahun,” seru Ayah sambil memasang bendera ke tiang.

“Oh begitu,” Alif mengangguk.

“Nak, kita harus menghargai dan meneladani perjuangan para pahlawan. Tanpa mereka kita tidak bisa hidup enak seperti sekarang,” terang Ayah.

“Pahlawan itu apa sih Yah?” Alif polos.

“Pahlawan itu orang baik yang rela berkorban dan suka menolong. Seperti Lie Bie di film Legend Hero,” Ayah mengilustrasikan.

“Emm iya,” Alif sepakat.

“Alif kan masih kecil. Alif bisa meneladani pahlawan dengan rajin belajar,” ujar Ayah.

 “Iya Yah, nanti Alif belajar sama Bunda. Yah ayo kita lanjutkan main game,” Alif teringat HP.

“HP lagi? Kan tadi sudah. Gak bagus kalau sering main HP Lif,” tegur Ayah.

“Sebentar aja 5 menit ya!” Rayu Alif.

“Gak, tadi sudah!” Ayah kekeh.

“Ayolah Yah!” Alif merajuk.

“Eh Ayah bisa buat pedang imperial seperti di Legend Hero. Alif mau gak?” Tawar Ayah.

“Pedang imperial? Wah ya mau lah,” Akhirnya Alif terhasut.

“Oke, ayo masuk rumah. Kita belajar membuat pedang sama-sama ya,” ajak Ayah.