Menulis Setiap Hari, Siapa Takut!

Menulis Setiap Hari, Siapa Takut!

 

Bagi seorang pemula (seperti saya hehe) bisa dibilang menulis merupakan hal yang sangat tabu dan tidak biasa. Bahkan membaca saja merupakan hal yang tidak biasa, apalagi menulis. Yayaya, namun segala sesuatu itu memang untuk awal harus dipaksa, baru terbiasa dan akan menjadi rutinitas dalam hidup kita. Memang untuk awal sesuatu yang sulit dari seseorang yang baru belajar menulis adalah memulai. Biasanya dia kebingungan harus mulai dari mana alur cerita dapat dituliskan. Perlu berpikir yang lama, dan pada akhirnya dia melamun sendiri di depan komputernya. Terlalu lama berpikir, tanpa melakukan tindakan. Dalam menulis ada tiga bagian utama yang sering dilakukan orang. Pertama, bagian awal pendahuluan; kedua, bagian pertengahan pembahasan; dan ketiga, bagian akhir penutup. Kalau diibaratkan tubuh manusia, maka menulis harus dimulai dari kepala, badan, dan baru kemudian kedua kakinya. Tapi itu teori, praktiknya langsung saja tuliskan yang ada di kepala. Keluarkan semua yang ada dalam alam pikiran dalam bentuk tulisan. Setelah semuanya selesai, baru lakukan proses editing. Baca ulang apa yang Anda tuliskan. Intinya dalam menulis kita harus sesuai dengan apa yang kita rencanakan agar tulisan kita nantinya beraturan dan sesuai alur peristiwa yang kita angankan.

Menulis tak harus dari yang pertama kita lakukan. Bisa jadi yang belakangan kita

lakukan justru kita lakukan lebih dahulu. Jadi tak ada teorinya harus mulai dari yangpertama kita lakukan. Tergantung kita mau memulainya dari mana. Apalagi cerita itu adalah cerita dari pengalaman diri sendiri. Tentu lebih mudah alur ceritanya. Tuliskan

saja apa yang sudah Anda lakukan hari itu. Kita mudah saja menuliskan pengalaman kita.Mulai dari bangun tidur sampai mau tertidur lagi adalah salah satu contoh yang paling mudah untuk diceritakan. Tak perlu begini dan begitu. Tuliskan saja. Lama-lama Anda akan merasakan sendiri jari-jemari Anda akan lincah memainkan kata-kata indah yangkeluar begitu saja.

Sebagai Langkah awal dalam menulis, bisa kita awali dengan menulis apa yang ada

dalam diri kita sendiri. Dengan menulis dari diri kita sendiri, maka kita menjadi lebih mengenal siapa diri kita, dan untuk apa kita hidup. Ada sebuah renungan yang mendalam, dan kita pun akhirnya mampu menertawakan diri kita sendiri setelah banyak becermindari tulisan-tulisan kita. Sebab semakin banyak menulis, orang akan menjadi semakin bijaksana. Matang dalam berpikir, dan bijak dalam bertindak.Kalau dianggap menulis itu seperti becermin diri, maka ide menulis akan dengan sendirinya mengalir dengan amat deras dari potensi yang ada dalam diri kita. Tak ada orang yang tak bisa menulis. Semua orang bisa menulis setiap hari. Hanya saja masalahnya kita sering tak segera menuliskannya karena adanya rasa ketakutan dari dalam diri kita sendiri. Bayang-bayang ketakutan selalu menyertai diri kita sendiri. Kita takut tulisan menjadi jelek. Kita takut tulisan kita tak terbaca orang banyak. Kita pun takut kalau tulisan kita dianggap sampah. Kalaulah ada pembaca yang menganggap tulisan kita tulisan sampah, maka janganlah marah, sebab itu menjadikan kita manusiabijaksana. Jadikan sampah yang membawa berkah. Memberikan rezeki kepada para pemulung, dan memberikan rezeki bagi orang yang kreatif untuk menciptakan sesuatu. Jadikan hobi menulis menjadi diri kita kreatif. Dari mana mulai menulis? Dari apa yang ada di pikiran lalu segera tuangkan dalam bentuk tulisan. Ibarat air yang mengalir dari hulu hingga ke hilir, maka jadikan menulis seperti alur cerita yang membuat pembaca akhirnya memahami apa yang kita tuliskan. Menulis adalah memberikan informasi atau pesan. Janganlah menulis dijadikan beban. Nyantai aja lagi ... Apalagi yang ditulis itu adalah pengalaman pribadi Anda. Bakalan dahsyat tuh ...!  

Terakhir, jangan pernah kekeringan ide dalam menulis, sebab ide menulis itu ada

di sekitar kita. Selama Tuhan pemilik langit dan bumi masih memberikan kita napas, dan selama Tuhan Yang Maha Pemberi ilmu masih memberikan kita ilmu pengetahuan, maka janganlah ragu untuk menulis. Tuliskan saja, kemudian editlah. Dengan begitu, Anda punmenulis tanpa beban. Plong dan lega rasanya. Hal terpenting Anda sudah memulainya, lalu membahasnya secara mendalam, dan pada akhirnya ada kata penutup yang membuat pembaca akhirnya tergiring untuk mengerti akan pesan yang Anda sampaikan. Sebab pada hakikatnya menulis adalah menyampaikan pesan. Pesan dari seorang penulis kepada pembaca.

 

Salam Literasi!