Menabung

CERMIN (Cerpen Mini)

Menabung
Sumber gambar: koinworks.com

 

Idul Fitri adalah surga anak kecil. Momen paling dinanti usai sholat id.  Angpau para dermawan bertebaran, uang saku tebal, rizki berlimpah. Alif yang baru TK pun mendadak kaya. Tapi karena masih kecil seluruh uangnya dititipkan Bunda. Niat Bunda bukan mengambil alih tapi menyisipkan edukasi. Bunda berharap Alif belajar mengelola uang dengan bijak. Tidak terkuras sekadar membeli jajan atau mainan.  

“Anak ganteng mau kemana?” Bunda terpukau melihat rambut Alif yang klimis.      

“Alif mau ikut Ayah shalat di masjid Bun. Habis shalat, Alif beli jajan pake uang lebaran kemarin ya?” pinta Alif sambil mengenakan peci.

“Ouh mampir ke toko juga ceritanya. Iya boleh, tapi uangnya jangan dihabiskan ya. Harus ada yang ditabung!” Bunda membenarkan peci Alif yang miring.

            “Nabung lagi? Tadi pulang sekolah kan Alif sudah menabung,” Alif heran.

            “Bukan nabung di celengan maksud Bunda. Emm sebentar.”

            Bunda balik badan ke kamar.

            “Ini ada 2 lembar uang. Satu lembar dimasukkan kotak amal masjid buat nabung ke surga. Nah satu lembar lagi buat beli jajan. Oke Sayang?”

            “Oh gitu. Alif baru nyambung heheh.” Alif memasukkan uangnya ke dalam saku.

              

            “Alif sudah belum? Ayok Nak keburu komat,” Seru Ayah dari teras rumah.

            “Iya Yah, sudah. Alif berangkat ya Bun. Assalamualaikum,” Alif mencium tangan Bunda.

            “Wa alaikumsalam. Hati-hati di jalan. Habis sholat doakan Ayah Bunda ya.”

            “Oke Bun. Siap 86!”

 

Rajin pangkal pandai...

Hemat pangkal kaya...

Sedekah pangkal surga...

*Baarokallah ^^

 

Note: Konteks cerita non pandemi