Gadget Freak Terselubung

Gadget Freak Terselubung
Sumber gambar: boombastis.com

Setiap masa ada tantangan dalam mendidik anak. Terekam memori silam penulis saat kecil. Pantangan terbesar adalah TV. Kala weekend haram menghidupkan TV sebelum mandi. Musim ujian batas menonton 2 jam. Dimarahi karena berebut remot dengan saudara. Wkwkkw aib yang menggelitik. Namun sejak gadget hadir zaman berubah. Sebagaimana peran besarnya masa darurat korona. Siswa memanfaatkan gadget dalam SFH (Study From Home). Alhasil interaksi anak dengan gadget semakin erat. Tak jarang sebab keterbatasan bermain di luar menjadikan gadget pelampiasan. Penulis menjumpai keluhan orang tua, “Ya Allah Mbak, anak saya sering begadang sekarang. Main HP terus!” 

Manfaat teknologi tak terbantahkan. Peradaban berkembang pesat sebab IT. Bahkan kecanggihannya berjasa mendukung PJJ (Pendidikan Jarak Jauh). Namun bila disalah gunakan bisa jadi bumerang. Layaknya gadget tak lepas dari konten negatif. Tahun 2017 ECPAT meneliti 6 kota di Indonesia. Hasil yang menggemparkan 97% anak 14-18 tahun terkontaminasi konten pornografi via internet. Terlebih ngerinya gadget freak (kecanduan) yang mewabah. Banyak korban kecanduan HP yang fisik dan psikisnya terganggu. Tentu orang tua ingin anaknya tumbuh sehat dan gemilang. Maka berikut tips and trick menumpas gadget freak masa pandemi:   

Pertama, aktifkan fitur parental control. Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Agar tidak terjadi hal yang tak diharapkan maka fitur ini bisa jadi pengaman.  

Kedua, mengunduh aplikasi berbau edukasi. Banyak game edukasi yang dikembangkan developer. Contohnya math race, cerdas cermat, dan marbel hijaiyah.   

Ketiga, mengenalkan permainan tradisional. Selain dapat menumbuhkan kecerdasan maka turut melestarikan permainan tradisional. Contohnya dakon, bekel, dan ABC.

            Keempat, berkreasi dan mengasah keterampilan. Menggali inspirasi bisa melalui youtube seperti mendekor kamar, melukis, dan membuat kerajinan. Baiknya setelah menonton anak mencoba praktik.

Kelima, menjadi role model atau teladan. Anak adalah peniru ulung. Hendaknya lingkungan sekitar mendukung suasana sehat bergadget di rumah.

Era Revolusi Industri 4.0 menekankan aspek teknologi dan internet. Maka bekal keterampilan IT amat vital. Kendati demikian penggunaan gadget hendaklah sewajarnya. Ibarat obat bila berlebih bisa over dosis. Masa pandemi rawan gejala gadget freak. Berpedoman sikap selektif dan bijaksana. Kecanggihan gadget bisa jadi ladang manfaat. Dimulai dari diri sendiri dan menularkan pada anak tercinta. Mencetak generasi milenial yang tangguh, terampil, dan berakhlak.  

 

“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”

(Ali Bin Abi Tholib).

 

Semoga uraian singkat tersebut bermanfaat. Baarokallah^^